Regulator pasar komoditas AS (CFTC) resmi mengizinkan perdagangan kontrak futures perpetual untuk saham individu pada Selasa (03/11). Ketua CFTC Michael Selig menyebut langkah ini memberi kesempatan bagi investor di Amerika Serikat untuk menggunakan produk investasi tanpa tanggal kedaluwarsa tersebut sebagai alat mengelola risiko dan memantau pergerakan harga saham secara lebih fleksibel.
​Berbeda dengan kontrak berjangka tradisional yang memiliki masa berlaku, perpetual futures memungkinkan investor bertaruh pada arah harga suatu aset tanpa harus memiliki sahamnya secara langsung. Pengawasan atas produk ini akan dilakukan bersama oleh dua lembaga pengatur pasar keuangan AS, yakni CFTC dan badan pengawas pasar modal (SEC).
​Kepopuleran produk ini melonjak dalam setahun terakhir karena dapat diperdagangkan 24 jam nonstop via platform kripto dan blockchain, terutama saat bursa saham biasa sedang tutup. Sebelum menyetujui versi saham individu, CFTC telah lebih dahulu mengizinkan kontrak perpetual futures untuk Bitcoin di beberapa platform AS.



