asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.704-0.041 ( -5.5% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,190.0-1315.76 ( -1.68% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,465.8-12.99 ( -0.52% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT80.293-5.45 ( -6.36% )
tether usd iconiost iconIOSTUSDT0.001024-0.001061 ( -50.89% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT99.92-3.12 ( -3.03% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7388-0.0532 ( -6.72% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02094-0.0022 ( -9.51% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.356-0.0552 ( -3.91% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Perusahaan Pertanian India Gandeng Avalanche untuk Tokenisasi Komoditas Pertanian

User
September 11, 2026 | 00:39 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 11, 2026 | 00:39 WIB
Perusahaan Pertanian India Gandeng Avalanche untuk Tokenisasi Komoditas Pertanian

​Perusahaan logistik dan kredit pertanian asal India, Arya.ag, tengah menguji coba sistem tokenisasi resi gudang komoditas beras berbasis blockchain Layer-1 khusus di jaringan Avalanche. Melansir rilis resmi perusahaan pada Kamis (10/9), Arya.ag berkolaborasi dengan Finternet guna mengintegrasikan data penyimpanan hasil panen gabah dan beras, resi gudang, komitmen jaminan, hingga status pinjaman secara terpadu di dalam satu sistem pencatatan terdesentralisasi yang transparan.

​Head of India Ava Labs, Devika Mittal, mengonfirmasi bahwa tahap pengujian saat ini tengah berlangsung dan setiap resi yang ditokenisasi nantinya berfungsi merepresentasikan bukti kepemilikan sah atas komoditas yang tersimpan. Kendati demikian, pihak pengembang belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi ke publik maupun total volume awal beras dan fasilitas kredit yang akan dicakup dalam penerapan perdana sistem tersebut.

​Direktur Finternet Labs, Sanmesh Kalyanpur, memaparkan bahwa data gabungan yang mencakup profil petani, komoditas, gudang, serta asuransi akan dirangkum ke dalam satu composite token yang dapat dimanfaatkan pihak perbankan dalam memitigasi risiko jaminan pinjaman. Sistem ini diharapkan mempermudah petani mengakses likuiditas berbasis hasil panen tersimpan (electronic warehouse receipts) tanpa harus menjual komoditas beras secara terburu-buru usai panen, meski keakuratannya tetap bergantung pada verifikasi fisik di lapangan.

​Saat ini, jaringan Arya.ag menaungi penyimpanan komoditas senilai sekitar $2 miliar di lebih dari 12.000 gudang, serta menyalurkan pembiayaan tahunan mencapai 120 miliar rupee atau sekitar $1,26 miliar. Kendati proyek ini belum meluncurkan aset secara penuh ke onchain, langkah uji coba ini mempertegas ekspansi integrasi aset dunia nyata (RWA) di ekosistem Avalanche, yang nilai tokenisasinya telah menembus $1,3 miliar pada akhir 2025 lalu.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan