​Chainlink resmi meluncurkan upgrade sistem Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) 2.0 untuk mempermudah masuknya modal besar dari lembaga keuangan global ke industri kripto. Berdasarkan rilis resmi yang diterbitkan pada Senin (28/9), teknologi ini mempermudah pengiriman aset kripto antarjaringan dengan tingkat keamanan dan aturan kepatuhan yang lebih ketat.
​Lewat upgrade ini, para penerbit aset digital dan bank kini bisa memasang benteng keamanan serta aturan verifikasi sendiri (Cross-Chain Verifier). Selain itu, sistem baru ini juga memotong waktu transaksi menjadi hitungan detik serta dibekali fitur otomatis untuk menyaring transaksi agar sesuai dengan aturan pencegahan pencucian uang (AML) dan Know Your Customer (KYC).
​Langkah ini diambil untuk mengikis keraguan investor besar yang sebelumnya takut memindahkan dana karena masalah keamanan jaringan bridge lama. Saat ini, teknologi Chainlink sudah mengamankan aset lintas jaringan senilai lebih dari $84 miliar dan didukung oleh raksasa industri seperti Amazon Web Services, Google Cloud, hingga Fidelity International.
​Peluncuran fitur terbaru ini turut memberikan angin segar bagi pergerakan harga token Chainlink (LINK) di pasar kripto. Berdasarkan data on-chain per Selasa (29/9/2026), LINK diperdagangkan di level $15,21 atau naik 7,5% dalam 24 jam terakhir. Tren positif ini memperkuat performa LINK yang tercatat melesat 16,5% dalam 7 hari terakhir, meski secara tahunan (1T) harganya masih terkoreksi 28,6%.



