


​Kementerian Keuangan Rusia mengungkapkan data masif mengenai adopsi aset digital di negaranya. Warga Rusia tercatat melakukan transaksi kripto senilai rata-rata $648 juta atau sekitar Rp10,1 triliun setiap harinya. Wakil Menteri Keuangan Ivan Chebeskov menyebutkan bahwa secara akumulatif, volume transaksi tahunan telah menembus $130 miliar.
​Besarnya angka transaksi ini memicu kekhawatiran pemerintah karena sebagian besar aktivitas tersebut masih berlangsung di ruang yang tidak teregulasi dan diluar kontrol negara. Mengingat skalanya yang terus tumbuh, Moskow berencana mempercepat pengesahan regulasi market kripto pada sesi musim semi parlemen tahun ini. Langkah ini diambil untuk menarik aktivitas ekonomi tersebut ke dalam pengawasan resmi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
​Bank Sentral Rusia pun kini mulai melunak dan mendukung rencana legalisasi ini melalui penyediaan masa transisi bagi pelaku market. Aturan baru nantinya akan berfokus pada kewajiban lisensi bagi exchange serta pemberlakuan sanksi tegas bagi platform ilegal. Bahkan, Bursa saham terbesar di Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk bersaing di market kripto setelah regulasi resmi diterbitkan.
​Langkah percepatan ini menandakan transformasi Rusia dalam melegalkan ekonomi digital yang sudah terlanjur besar. Selain untuk kontrol domestik, Rusia berupaya menggunakan instrumen digital ini untuk memfasilitasi transaksi antarnegara dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat. Dengan keterlibatan bank-bank besar dan bursa saham nasional, tahun 2026 diprediksi akan menjadi babak baru bagi ekosistem kripto yang lebih terorganisir di Rusia.