Persaingan sengit di jaringan blockchain Ethereum kembali memicu pembayaran biaya transaksi dalam jumlah besar. Seorang trader tercatat membayar biaya gas hingga 55 ETH atau setara $126.958 hanya untuk mengeksekusi satu kali transaksi smart contract.
​Biaya yang jauh di atas rata-rata normal ini terjadi akibat perebutan antrean blok yang ketat di antara MEV bot. Dalam ekosistem DeFi, bot otomatis saling bersaing kecepatan untuk mengeksekusi transaksi yang menguntungkan. Trader tersebut sengaja menyertakan biaya prioritas tinggi agar transaksi arbitrase yang dibawanya diproses paling awal oleh validator.
​Berdasarkan data on-chain, transaksi ini melibatkan strategi swap aset bernilai jutaan dolar. Trader tersebut melakukan penukaran aset senilai $2.541.971 USDT melalui liquidity pool Uniswap V3 untuk mendapatkan 30,79 Wrapped BTC (WBTC) senilai $2.435.572, lalu mengalirkan sisa asetnya ke liquidity pool Curve.Fi USD senilai $1.610.955 seluruhnya dalam satu blok yang sama.
​Secara kalkulasi ekonomi on-chain, keputusan membayar biaya $126 ribu tersebut tetap terhitung sangat rasional bagi sang trader. Dengan mengamankan posisi terdepan di dalam blok, ia berhasil mengunci potensi margin keuntungan dari selisih harga aset sebelum celah arbitrase tersebut diserobot oleh bot kompetitor lain.



