


​Dominasi market memecoin dilaporkan merosot tajam hingga menyentuh angka 3,7%, menandai titik terendah sejak Februari 2024. Berdasarkan data CryptoQuant per 5 Juli 2026, analis Darkfost mengungkapkan bahwa jumlah holder memecoin saat ini bahkan telah menyusut ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode memecoin season pada November 2024, di mana sektor ini sempat menguasai lebih dari 10% kapitalisasi market altcoin sebelum akhirnya likuiditas bergerak menjauh.
​Penyusutan dominasi ini terjadi seiring dengan rotasi modal besar-besaran ke aset yang memiliki utilitas riil, seperti token berbasis AI, DeFi, dan RWA. Sebagai perbandingan, total kapitalisasi market sektor memecoin saat ini tertahan di kisaran $28 miliar, tidak sampai setengah dari valuasi sektor RWA yang sudah menembus $64 miliar. Fenomena redupnya narasi ini turut memukul para investor kakap, salah satunya Murad Mahmudov, di mana data onchain dari Arkham menunjukkan portofolionya telah jatuh sekitar 81% dari titik puncaknya akibat penurunan drastis aset seperti SPX6900 dan token politik TRUMP.
​Kondisi ini mencerminkan perubahan psikologi market yang cukup signifikan, di mana kini semakin sedikit pelaku market yang mau melakukan holding jangka panjang dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Jika pada tahun-tahun lalu para trader rela menyimpan aset berbasis komunitas ini demi mengejar keuntungan eksponensial, saat ini memecoin hanya diperlakukan sebagai aset spekulatif semata. Tanpa adanya fundamental yang kuat atau utilitas nyata, mayoritas investor lebih memilih bersikap realistis dan menjadikannya sebagai aset spekulatif singkat alih-alih menjadi aset simpanan jangka panjang.