Metaplanet dikabarkan sempat melakukan aksi jual-beli Bitcoin secara cepat sepanjang kuartal ketiga tahun ini. Melansir rilis resmi yang diterbitkan pada hari Senin (5/10), perusahaan asal Jepang tersebut menjual 10.000 Bitcoin senilai $789,5 juta (¥124,7 miliar), lalu langsung membeli kembali 11.000 BTC seharga $949 juta (¥149,9 miliar) selama periode Juli - September 2026. Aksi akumulasi ini secara resmi juga menambah 1.000 BTC ke dalam treasury perusahaan, mengerek total portofolio menjadi 44.000 BTC per 30 September.
Dalam pernyataan resminya, penjualan 10.000 BTC ini dilakukan bukan karena Metaplanet mengalami masalah keuangan atau meragukan prospek Bitcoin, melainkan murni sebagai uji likuiditas. Metaplanet sengaja membuktikan secara nyata kepada para kreditor bahwa simpanan Bitcoin milik mereka benar-benar likuid dan dapat dicairkan kapan saja saat perusahaan butuh memenuhi kewajiban bisnisnya.
Langkah terukur ini diambil untuk meningkatkan rasa percaya kreditor, sehingga Metaplanet bisa lebih mudah mendapatkan pinjaman modal baru di masa depan. CEO Metaplanet, Simon Gerovich, menegaskan bahwa perusahaan memang berniat menjadi lembaga keuangan berbasis Bitcoin. "Sejak awal, strategi kami tidak pernah sekadar mengumpulkan bitcoin," ungkapnya.
Di samping itu, Metaplanet turut memperbarui kebijakan pengelolaan modalnya dengan menetapkan target simpanan Bitcoin sebesar 85% hingga 90% dari total aset perusahaan, sembari menjaga utang terkait Bitcoin tetap aman di bawah 10%. Strategi ini mempertegas komitmen Metaplanet untuk terus menambah porsi kepemilikan Bitcoin sekaligus memperkokoh posisinya sebagai perusahaan treasury Bitcoin terbesar kedua di dunia di bawah Strategy.



