asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT62,746.6-1377.38 ( -2.15% )
ETHUSDT1,685.67-50.85 ( -2.93% )
HUSDT0.12369-0.04996 ( -28.77% )
HYPEUSDT64.08-2.05 ( -3.1% )
LAYERUSDT0.0786+0.0118 ( +17.67% )
RESOLVUSDT0.0252+0.005 ( +24.75% )
SOLUSDT69.93-3.93 ( -5.32% )
SYNUSDT0.2654+0.0509 ( +23.73% )
Powered by
News - AI

Fokus ke AI, Oracle Pangkas 21.000 Karyawan

User
June 23, 2026 | 12:57 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 23, 2026 | 12:57 WIB
Fokus ke AI, Oracle Pangkas 21.000 Karyawan

Raksasa teknologi Oracle memangkas sekitar 21.000 karyawan secara global dalam setahun terakhir seiring transformasi bisnis perusahaan yang semakin berfokus pada kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan laporan tahunan terbaru perusahaan, jumlah karyawan penuh waktu Oracle turun menjadi sekitar 141.000 orang per 31 Mei 2026, dibandingkan sekitar 162.000 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, sekitar 13% tenaga kerja perusahaan telah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam laporannya, Oracle secara terbuka menyebut penerapan teknologi AI di berbagai lini operasional perusahaan menjadi salah satu faktor utama di balik pengurangan jumlah karyawan tersebut.

"Implementasi teknologi AI di seluruh operasi kami telah dan dapat terus mengakibatkan pengurangan tenaga kerja," tulis Oracle dalam laporan tahunannya.

PHK besar-besaran ini terjadi ketika perusahaan teknologi global berlomba mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur AI, termasuk pusat data, chip AI, dan layanan komputasi awan generasi baru.

Oracle sendiri menjadi salah satu pemain utama dalam perlombaan tersebut. Perusahaan secara agresif memperluas bisnis cloud dan infrastruktur AI untuk bersaing dengan Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Google Cloud.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa restrukturisasi tenaga kerja yang dilakukan sepanjang tahun lalu menimbulkan biaya sekitar $1,8 miliar dalam bentuk pesangon dan biaya reorganisasi lainnya.

Oracle bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan langkah serupa. Dalam beberapa bulan terakhir, Amazon dan Meta juga memangkas ribuan karyawan sambil meningkatkan investasi di sektor AI. Data dari sejumlah lembaga pemantau ketenagakerjaan menunjukkan lebih dari 100.000 pekerja teknologi kehilangan pekerjaan dalam setahun terakhir.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana gelombang adopsi AI mulai mengubah struktur tenaga kerja industri teknologi. Di satu sisi perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui otomatisasi, namun di sisi lain banyak posisi kerja tradisional mulai berkurang seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI.

Copiedbagikan