


​Uni Eropa (UE) resmi memasukkan bursa kripto HTX (sebelumnya Huobi) ke dalam daftar sanksi paket ke-21 terkait invasi Rusia ke Ukraina pada 23 Juli 2026, dengan pengumuman pembaruan regulasi dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah ini secara tegas melarang seluruh individu maupun perusahaan di kawasan UE untuk bertransaksi secara langsung maupun tidak langsung dengan HTX mulai 23 Agustus 2026 mendatang.
​Meskipun tindakan ini tidak membekukan aset secara penuh, entitas serta warga negara UE dan Swiss diberikan tenggat waktu selama tiga bulan sejak larangan berlaku untuk mengajukan izin penarikan dana atau penutupan akun. HTX diidentifikasi dalam dokumen resmi UE sebagai "HTX (HUOBI GLOBAL SA)" atas tuduhan memfasilitasi tindakan penghindaran sanksi oleh pihak Rusia.
​Langkah tegas blok Eropa ini menyusul laporan dari firma intelijen blockchain TRM Labs pada 23 Juli 2026. TRM Labs mengklaim bahwa HTX telah melakukan pemutaran hot wallet dan alamat dana secara agresif di jaringan TRON, Ethereum, BNB Smart Chain, dan Solana pasca-sanksi dari Inggris pada Mei lalu. Rotasi alamat wallet dalam hitungan jam tersebut dinilai membuat sistem pemantauan sanksi statis menjadi tidak efektif.
​Juru bicara HTX menolak tuduhan TRM Labs dan menyatakan bahwa pergerakan wallet tersebut merupakan prosedur keamanan rutin industri. Pihak HTX juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi global dan menjaga platform tetap aman serta patuh hukum. Selain HTX, terdapat 13 platform kripto lain yang turut masuk dalam daftar larangan transaksi ini, termasuk EXMO, Rapira, BitPapa, hingga Exnode.