


​Direktur Eksekutif Ethereum Foundation (EF), Aya Miyaguchi, membagikan pandangannya terkait masa depan dan mandat baru dari organisasi tersebut, melengkapi pernyataan yang sebelumnya dirilis oleh Vitalik Buterin. Dalam pernyataannya, Miyaguchi mengungkapkan bahwa EF kini tengah bersiap untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih kecil, lebih fokus, dan memiliki arah kebijakan yang lebih tegas. Keputusan ini didorong oleh kekhawatirannya pada akhir tahun lalu, di mana perdebatan teknis di dalam komunitas mulai bergeser menjadi isu politik dan personal. Selain itu, banyaknya pihak yang mendikte ekspektasi mengenai arah gerak organisasi dinilai berisiko mengaburkan fokus utama Ethereum Foundation.
​Miyaguchi, yang telah berkecimpung di industri kripto sejak 2012 dan turut menangani kejatuhan Mt. Gox pada 2013, menegaskan kembali prinsip awal bahwa EF hanyalah salah satu node atau entitas di dalam ekosistem Ethereum. Sejak menjabat pada tahun 2018, ia memiliki visi agar masa depan jaringan tidak bergantung pada satu entitas tunggal. Visi desentralisasi ini dibuktikan melalui kesuksesan EF dalam menginkubasi dan melepaskan berbagai proyek besar seperti Uniswap, ENS, Gitcoin, dan Moloch agar mampu berdiri sendiri. Hasilnya, jaringan Ethereum kini tumbuh jauh lebih besar dari kapasitas EF, di mana porsi kepemilikan yayasan saat ini tercatat kurang dari 0,2% dari total suplai ETH.
​Ke depannya, fokus utama EF akan dikerucutkan pada mandat untuk menjaga dan mengakselerasi nilai-nilai serta karakteristik dasar Ethereum (CROPS) guna mewujudkan kedaulatan pengguna. Miyaguchi memastikan bahwa perampingan tim ini bukan berarti EF berhenti peduli terhadap adopsi institusional maupun pengguna harian, melainkan menyesuaikan pendekatan yang lebih selaras dengan misi inti mereka.
Dalam beberapa pekan ke depan, jajaran manajemen EF dijadwalkan akan merilis pengumuman resmi kepada publik terkait detail struktur tim dan strategi baru tersebut. Sementara itu, token Ethereum saat ini terpantau diperdagangkan di kisaran level $2.000, turun sekitar 59% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa.