Penolakan terhadap rencana tokenisasi saham oleh platform OKXICE meluas setelah 50 perusahaan publik AS mengajukan keberatan resmi. Laporan terbaru pada Minggu (01/11) mencatat, sebanyak 12 emiten baru menyusul untuk menggunakan hak penolakan mereka di bawah aturan SEC.
​OKXICE, yang merupakan entitas gabungan antara bursa kripto OKX dan pemilik New York Stock Exchange (ICE), awalnya mendaftarkan 62 emiten untuk memperdagangkan token saham selama 24 jam di jaringan XLayer. Berdasarkan aturan SEC, emiten memiliki waktu 30 hari untuk menolak keterlibatan pihak ketiga. Penolakan ini secara hukum melarang OKXICE mentokenisasi saham emiten bersangkutan.
​Daftar emiten yang secara resmi menolak kini didominasi raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Alphabet (Google), AMD, Intel, Micron, Reddit, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Corning, Hewlett Packard Enterprise, Bloom Energy, IREN, dan USA Rare Earth. Dari sektor keuangan, lembaga perbankan utama seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase turut menyatakan keberatan, disusul oleh emiten sektor ritel dan konsumen besar seperti Nike, Costco, dan Walmart.
​Gelombang penolakan yang membengkak dari 26 menjadi 50 emiten ini diwarnai isu persaingan antar-bursa. Perwakilan Nasdaq diduga mendorong emiten terdaftar untuk menolak skema pihak ketiga OKXICE, lantaran Nasdaq sedang menyiapkan model tokenisasi saham sendiri yang berbasis persetujuan emiten (issuer-led) bersama Kraken dengan target peluncuran pada 2027.



