asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00003969-0.000006 ( -13.13% )
BTCUSDT69,033.7+3815.89 ( +5.85% )
BTTCUSDT0.00000034+0.0 ( +0.0% )
ETHUSDT2,039.39+120.2 ( +6.26% )
PAXGUSDT5,353.48-57.9 ( -1.07% )
SLVONUSDT81.51+1.0 ( +1.24% )
SOLUSDT87.55+5.38 ( +6.55% )
XAUTUSDT5,307.9-36.88 ( -0.69% )
XRPUSDT1.3964+0.0534 ( +3.98% )
Powered by
News

Cegah Pencucian Uang, Jepang Perketat Pemantauan Transaksi Kripto

User
March 3, 2026 | 01:10 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 3, 2026 | 01:10 WIB
Cegah Pencucian Uang, Jepang Perketat Pemantauan Transaksi Kripto

​Badan Layanan Keuangan (FSA) Jepang resmi meluncurkan program pilot untuk memperketat pemantauan transaksi kripto guna memerangi pencucian uang. Inisiatif yang dipimpin oleh Hitachi ini melibatkan 13 perusahaan besar, termasuk bursa Bitbank, GMO Coin, hingga raksasa Rakuten dan Nomura. Selama tiga bulan ke depan (Maret–Mei 2026), mereka akan menguji sistem berbagi data alamat wallet yang dicurigai terkait aktivitas ilegal untuk membangun benteng pertahanan finansial yang lebih kuat.

​Langkah ini menandai pergeseran strategi Jepang yang kini lebih mengandalkan data teknologi dari sektor swasta untuk mengawasi aliran dana secara real-time. Dengan berbagi informasi lintas industri, bursa kripto dapat memberikan peringatan dini kepada bank atau penyedia layanan pembayaran jika terdeteksi adanya transaksi mencurigakan. Fokus utama eksperimen ini mencakup pengawasan ketat terhadap aset digital kompleks seperti stablecoin dan NFT yang sering disalahgunakan untuk mengaburkan asal-usul dana.

​Dengan sistem pengawasan yang lebih canggih, Jepang berambisi mengintegrasikan aset kripto sepenuhnya ke dalam ekosistem keuangan arus utama pada tahun 2028 tanpa mengorbankan keamanan nasional.

Copiedbagikan