asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3337-0.0359 ( -9.71% )
BANKUSDT0.39677+0.05992 ( +17.79% )
BTCUSDT64,644.0+278.06 ( +0.43% )
DEXEUSDT3.611-0.742 ( -17.05% )
ETHUSDT1,912.26+40.12 ( +2.14% )
EULUSDT2.388+0.632 ( +35.99% )
HYPEUSDT58.942+0.84 ( +1.45% )
SHIBUSDT0.00000534+0.00000039 ( +7.88% )
SOLUSDT75.35+0.88 ( +1.18% )
Powered by
News

Founder Cardano Sebut Cardano Bisa Geser Posisi Bitcoin Akibat Ancaman Kuantum

User
July 27, 2026 | 02:57 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 27, 2026 | 02:57 WIB
Founder Cardano Sebut Cardano Bisa Geser Posisi Bitcoin Akibat Ancaman Kuantum

Founder Cardano, Charles Hoskinson, mengklaim bahwa Cardano berpeluang menggeser posisi Bitcoin sebagai mata uang kripto utama jika Bitcoin gagal mengantisipasi ancaman komputer kuantum. Dalam keterangannya pada 26 Juli 2026 melalui wawancara di The Starting Block, Hoskinson menilai sistem tata kelola Bitcoin terlalu lambat untuk merespons ancaman teknologi masa depan tersebut karena proses pembaruannya yang rumit dan membutuhkan konsensus luas dari berbagai pihak.

​Ancaman komputer kuantum berfokus pada potensi peretasan kriptografi kurva eliptik yang selama ini mengamankan transaksi Bitcoin. Jika komputer kuantum berdaya tinggi berhasil dikembangkan, kunci privat dari jutaan alamat Bitcoin yang kunci publiknya sudah terekspos berisiko dibobol. Hoskinson menyebut Bitcoin seolah terpaku pada waktu karena tidak memiliki mekanisme pemungutan suara resmi untuk mengeksekusi pembaruan keamanan secara cepat.

​Sebaliknya, Hoskinson mengunggulkan sistem tata kelola on-chain Cardano yang memungkinkan pemegang token ADA dan perwakilan DRep menentukan arah pembaruan jaringan secara langsung melalui pemungutan suara. Struktur ini dinilai memberi keunggulan strategis bagi Cardano untuk menyetujui dan menerapkan infrastruktur kriptografi pasca-kuantum secara lebih terorganisir dibandingkan model konsensus off-chain milik Bitcoin.

​Meski demikian, klaim tersebut tetap menjadi tantangan besar bagi kedua jaringan karena belum ada satu pun yang secara penuh menerapkan sistem transaksi pasca-kuantum di mainnet. Di sisi lain, para pengembang Bitcoin sebenarnya telah aktif merancang skema migrasi keamanan seperti proposal BIP 361, sehingga ujian sebenarnya bagi kedua ekosistem terletak pada eksekusi teknologis saat ancaman kuantum benar-benar nyata.

Copiedbagikan