


Di tengah kelesuan sentimen investor yang menyentuh titik terendah, Chairman Bitmine, Thomas "Tom" Lee, justru membawa pulang optimisme besar dari gelaran Consensus Hong Kong. Ia menegaskan bahwa 2026 akan menjadi tahun penentuan bagi Ethereum, di mana kegunaan nyata jaringan tersebut mulai melampaui hiruk-pikuk spekulasi harga. Menurut Lee, posisi Ethereum sebagai infrastruktur yang netral dan reliabel menjadikannya kandidat terkuat untuk mendominasi lanskap digital di masa depan.
​Keyakinan Lee berakar pada tiga pilar sekuler yang ia lihat mulai mencapai product-market fit yang semakin kokoh. Pertama, ia menyoroti langkah Wall Street yang kian agresif dalam melakukan tokenisasi aset serta integrasi privasi di jaringan Ethereum. Kedua, bangkitnya ekonomi agen AI (AI-agent economy) yang mulai memanfaatkan Ethereum sebagai lapisan verifikasi dan infrastruktur pembayaran otomatis. Terakhir, munculnya fenomena di mana para kreator menjadi developer dengan mengadopsi standar proof of human serta protokol identitas lainnya yang berjalan di atas ekosistem Layer 2 Ethereum.
​Lee tidak menampik bahwa market saat ini sedang terjebak dalam kondisi bearish atau fase "mini-winter" pasca guncangan harga pada Oktober lalu. Namun, ia mencatat perbedaan krusial: siklus kali ini tidak diwarnai oleh kegagalan sistemik besar dari pemain raksasa seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Baginya, ketahanan struktur industri saat ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada dalam posisi terbaik untuk mengambil pangsa pasar signifikan, didorong oleh fundamental yang kian baja meski antusiasme investor sedang berada di level terendah.