​Galaxy Research mengklaim bear market Bitcoin telah resmi berakhir sejak akhir Juni 2026 dan menyarankan investor untuk kembali membeli serta menyimpan aset tersebut. Dalam laporan risetnya yang terbit pada Senin (26/10), lembaga riset tersebut menyoroti tren penurunan tekanan jual dari para pemilik jangka panjang sebagai sinyal utama pemulihan harga Bitcoin.
​Meskipun harga Bitcoin masih berada sekitar 36% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025 di kisaran $126.000, pergerakannya kini bergerak di atas $80.000. Kepala Riset Galaxy, Alex Thorn, mencatat bahwa Bitcoin berhasil bertahan di atas indikator teknis 50-week moving average selama lima minggu berturut-turut hingga 18 Oktober 2026, setelah sebelumnya berada di bawah garis tersebut selama 44 minggu.
​Galaxy juga mencatat penurunan signifikan pergerakan Bitcoin dari wallet tua berusia lebih dari lima tahun, dari rata-rata 67.000 Bitcoin per bulan pada 2024 menjadi 34.000 Bitcoin per bulan pada 2026. Sebagian besar pasokan yang beredar tersebut berhasil diserap oleh produk ETF serta treasury perusahaan publik semacam Strategy, Metaplanet, dan Strive.
​Selain itu, lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat yang menembus $40,44 triliun dinilai semakin memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang. Meski memproyeksikan tren positif, Galaxy mengingatkan pandangan bullish ini dapat goyah jika harga Bitcoin ditutup mingguan di bawah level $76.540 dan gagal pulih dalam kurun waktu satu bulan.



