


​Perusahaan infrastruktur blockchain Chainlink resmi bergabung dalam Project Pangea, sebuah koalisi besar yang beranggotakan 47 bank terkemuka dari Eropa dan Korea Selatan. Aliansi strategis yang mengelola total aset gabungan lebih dari $10 triliun ini bertujuan untuk merevolusi pasar valuta asing melalui penyediaan layanan pembayaran lintas batas berbasis stablecoin secara real-time. Proyek ini menargetkan koridor perdagangan antara Eropa dan Korea Selatan yang mencatat nilai transaksi lebih dari $150 miliar setiap tahunnya.
​Melalui kemitraan ini, Project Pangea berupaya memangkas durasi penyelesaian transfer valas internasional dari yang semula memakan waktu tradisional 48 jam (T+2) menjadi instan di hari yang sama (T+0). Proses tersebut akan memanfaatkan aset stablecoin teregulasi yang dipatok 1:1 dengan mata uang Euro dan Won Korea Selatan. Sistem ini nantinya menggunakan mekanisme atomic payment-versus-payment (PvP), di mana kedua belah pihak yang bertransaksi akan menyelesaikan perdagangan valas secara simultan guna meminimalkan risiko gagal bayar.
​Menariknya, implementasi ini dirancang tanpa memaksa perbankan konvensional merombak total sistem komputer lama mereka ataupun membeli aset kripto secara langsung. Teknologi Chainlink akan bertindak sebagai middleware translator yang menghubungkan jaringan pesan keuangan global Swift dengan Pangea L1 Network. Dengan target penyelesaian infrastruktur siap pakai dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, proyek ambisius ini diharapkan mampu menekan biaya likuiditas global dan membebaskan modal yang selama ini kerap tertahan lama di dalam proses transit remitansi antarnegara.