asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00001926+0.000005 ( +32.37% )
BTCUSDT72,392.0+3903.83 ( +5.7% )
ESEUSDT0.004659+0.003369 ( +261.16% )
ETHUSDT2,120.7+139.87 ( +7.06% )
MYXUSDT0.2951-0.0047 ( -1.57% )
PIPPINUSDT0.326674-0.001972 ( -0.6% )
SOLUSDT90.4+4.59 ( +5.35% )
XAUTUSDT5,116.7-5.63 ( -0.11% )
XRPUSDT1.4173+0.0578 ( +4.25% )
Powered by
News

Goldman Sachs Sebut Penutupan Selat Hormuz Bisa Bikin Harga Minyak Tembus $100

User
March 5, 2026 | 09:53 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 5, 2026 | 09:53 WIB
Goldman Sachs Sebut Penutupan Selat Hormuz Bisa Bikin Harga Minyak Tembus $100

Bank investasi global Goldman Sachs memperkirakan harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga sekitar 100 dolar AS per barel apabila Selat Hormuz tetap ditutup dalam jangka waktu yang lebih lama. Proyeksi tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 30 persen dari level harga saat ini.

Analis Goldman Sachs menilai Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi global karena menjadi jalur transit utama bagi ekspor minyak dari kawasan Teluk. Gangguan berkepanjangan pada jalur tersebut dapat secara signifikan mengurangi pasokan minyak yang tersedia di pasar internasional.

Sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Karena itu setiap gangguan terhadap jalur strategis ini berpotensi memicu lonjakan harga energi secara cepat akibat meningkatnya premi risiko di pasar komoditas.

Kenaikan harga minyak hingga mendekati 100 dolar AS juga dapat membawa dampak luas terhadap ekonomi global. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, memengaruhi kebijakan moneter bank sentral, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara konsumen energi.

Copiedbagikan