asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT64,572.0+341.71 ( +0.53% )
EPICUSDT0.443-0.02 ( -4.32% )
ETHUSDT1,742.66+6.08 ( +0.35% )
HUSDT0.19175-0.00994 ( -4.93% )
HEIUSDT0.094-0.0092 ( -8.92% )
HYPEUSDT68.578-1.89 ( -2.68% )
IAGUSDT0.05108+0.02229 ( +77.42% )
RESOLVUSDT0.0213+0.0027 ( +14.52% )
SOLUSDT74.21+1.03 ( +1.41% )
Powered by
News - Technology

GoMining Rilis GoBTC Pay, Merchant Bisa Terima Pembayaran Bitcoin dengan Fee 0,2%

User
June 22, 2026 | 06:49 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 22, 2026 | 06:49 WIB
GoMining Rilis GoBTC Pay, Merchant Bisa Terima Pembayaran Bitcoin dengan Fee 0,2%

​Perusahaan penambangan kripto global, GoMining, resmi meluncurkan sistem pembayaran baru bernama GoBTC Pay pada Sabtu (20/6). Fitur ini dibuat khusus agar para merchant dan penyedia wallet kripto bisa menerima pembayaran Bitcoin secara langsung dari pembeli. Sistem ini memangkas proses rumit yang selama ini ada, sehingga pembeli bisa belanja langsung menggunakan saldo Bitcoin mereka tanpa perlu diubah menjadi uang fiat terlebih dahulu.

​Selama ini, mayoritas sistem pembayaran kripto bertindak sebagai broker; mereka menerima Bitcoin dari pembeli, mengubahnya jadi fiat, baru mengirimkannya ke penjual. GoBTC Pay menghapus perantara tersebut dengan memproses transaksi langsung di dalam jaringan utama Bitcoin. Hasilnya, biaya pemrosesan sangat murah, yaitu hanya 0,2 persen yang dikenakan pada pihak merchant. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan biaya kartu kredit konvensional yang biasanya memotong 1,5 hingga 3,5 persen.

​Guna mengatasi mahalnya gas fee atau biaya transaksi di jaringan Bitcoin, GoMining memanfaatkan infrastruktur pusat data dan private mempool berkapasitas 15 EH/s milik mereka sendiri. Transaksi pembayaran diproses melalui jalur prioritas menggunakan teknologi Stratum V2. Metode ini berhasil menekan biaya transaksi menjadi sangat murah, meskipun merchant harus rela menunggu proses settlement dengan waktu rata-rata sekitar 12 jam. Langkah ini diharapkan bisa memicu adopsi global agar Bitcoin tidak lagi sekadar menjadi aset pasif, melainkan bisa alat tukar belanja harian yang efisien.

Copiedbagikan