


Grayscale menilai token native dari platform perpetual futures Hyperliquid (HYPE) saat ini masih tergolong undervalued atau berada di bawah harga wajar. Dalam laporan riset yang dirilis pada Senin (28/7), Head of Research Grayscale Zach Pandl menjelaskan bahwa meski protokol kripto tidak menerbitkan saham, valuasinya tetap dapat diukur berbasis arus kas (cash flow) menggunakan pendekatan earnings per token (EPT), yaitu metrik kalkulasi pendapatan per token yang analog dengan earnings per share (EPS) pada saham konvensional.
Grayscale memproyeksikan Hyperliquid mampu membukukan pendapatan sekitar $1 miliar pada 2027, naik sekitar 20% dibandingkan performa tahun 2025. Proyeksi positif ini didorong oleh ekspektasi pemulihan volume perdagangan kripto global serta aliran pendapatan tambahan dari infrastruktur Aligned Quote Asset version 2 (AQAv2), di mana Coinbase bertindak sebagai pengelola perbendaharaan USDC dan menyalurkan sebagian imbal hasil cadangan stablecoin tersebut langsung ke dalam protokol.
Berdasarkan kalkulasi dengan estimasi pasokan beredar antara 270 juta hingga 310 juta token HYPE pada akhir 2027, proyeksi EPT Hyperliquid berada di rentang $3,25 hingga $3,75. Dengan patokan harga HYPE di kisaran $54, rasio forward earnings multiple HYPE tercatat hanya sekitar 15x hingga 18x. Angka ini dinilai sangat kompetitif dan relatif lebih murah dibandingkan rata-rata multiple perusahaan fintech publik tradisional, menandakan masih tingginya potensi apresiasi nilai token di masa mendatang.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.