


​Varian malware pencuri data terbaru bernama SparkKitty terdeteksi beroperasi di App Store dan Google Play. Berdasarkan laporan firma keamanan siber Check Point, malware ini dirancang khusus untuk mengincar para trader atau investor aset kripto dengan memanfaatkan teknologi pengenal teks otomatis atau Optical Character Recognition (OCR).
​SparkKitty bekerja dengan memindai galeri foto pada perangkat ponsel yang terinfeksi secara terus-menerus. Dengan teknologi OCR, malware tersebut menyisir gambar, tangkapan layar, hingga foto fisik untuk mengekstrak frasa seed phrase, kata sandi, dan data kode QR, lalu mengirimkannya langsung ke server milik peretas.
​Di ekosistem Android, SparkKitty ditemukan menyusup dalam aplikasi bernama SOEX yang menyamar sebagai platform perpesanan dan perdagangan kripto, serta telah diunduh lebih dari 10.000 kali sebelum akhirnya dihapus oleh Google. Sementara pada ekosistem iOS, malware ini terdeteksi menyamar di dalam aplikasi kripto bernama Bcoin.
​Check Point menegaskan bahwa kepemilikan seed phrase saja sudah cukup untuk memberikan akses penuh atas dompet kripto korban. Oleh karena itu, pengguna yang memiliki kebiasaan menyimpan frasa pemulihan dalam bentuk foto atau screenshot di galeri ponsel menjadi pihak dengan risiko keamanan tertinggi terhadap serangan malware ini.