


​Pemerintah Hong Kong bersiap memperluas layanan keuangan digitalnya dengan menyusun rencana untuk mengizinkan perdagangan futures kripto. Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada (11/2), CEO Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong, Julia Leung, menyatakan bahwa kerangka regulasi untuk kontrak berjangka tersebut akan segera diungkapkan. Langkah ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi perusahaan yang teregulasi agar dapat menawarkan variasi produk keuangan yang lebih luas.
​Pada tahap awal, akses terhadap instrumen ini akan dibatasi khusus bagi investor institusional dengan penekanan ketat pada aspek manajemen risiko. SFC menegaskan bahwa layanan ini belum akan dibuka untuk investor ritel mengingat karakteristik produk derivatif yang memiliki profil risiko tinggi. Inisiatif tersebut memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat inovasi keuangan global yang progresif sekaligus menarik lebih banyak likuiditas institusional ke dalam ekosistem aset digital di Asia.