Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa kekurangan pasokan diesel global diperkirakan masih akan berlangsung hingga jauh memasuki 2027. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekanan terhadap harga bahan bakar dan biaya transportasi di berbagai negara.
Diesel merupakan bahan bakar penting bagi sektor logistik, industri, pertanian, dan transportasi barang. Gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan dan mendorong kenaikan harga barang.
Ketatnya pasokan diesel juga menjadi perhatian karena pasar energi global masih menghadapi risiko gangguan produksi, kapasitas pengolahan minyak, serta distribusi bahan bakar.
Bagi perekonomian global, kelangkaan diesel berpotensi memperbesar tekanan inflasi. Kenaikan biaya pengiriman dan produksi dapat diteruskan kepada konsumen, terutama pada sektor makanan dan kebutuhan pokok.
Meski demikian, proyeksi IEA tidak berarti seluruh negara akan mengalami kelangkaan diesel secara bersamaan. Dampaknya akan berbeda bergantung pada kapasitas kilang, cadangan bahan bakar, dan ketergantungan masing-masing negara terhadap impor.


.png)
