Tekanan inflasi di tingkat produsen Amerika Serikat kembali memanas setelah Indeks Harga Produsen (PPI) periode September dilaporkan melonjak hingga 6,3% secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan data ekonomi terbaru pada Kamis (15/10), angka ini secara signifikan melampaui proyeksi konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan berada di level 5,3%. Lonjakan data inflasi yang jauh lebih panas dari perkiraan ini merembet langsung ke pasar kripto, mendorong harga Bitcoin tertekan tajam hingga menyentuh level harga $79.000.
​Lonjakan tajam pada indeks PPI turut didorong oleh inflasi Inti PPI (Core PPI) yang merangkak naik ke level 5,0%, melampaui perkiraan analis sebesar 4,4%. Laju kenaikan harga di sektor manufaktur dan grosir ini mencatatkan posisi tertinggi kedua sejak November 2022. Tingginya biaya bahan baku di tingkat produsen mengindikasikan bahwa risiko inflasi berlanjut masih sangat tebal dan berpotensi memicu tekanan harga lebih lanjut di tingkat konsumen.
​Rilis data hulu yang buruk ini langsung memicu gelombang koreksi pada aset berisiko karena meningkatkan potensi pengetatan moneter lanjutan. Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (rate hike) kini meningkat pesat. Skenario hawkish tersebut menekan sentimen pasar secara keseluruhan dan memaksa para pelaku pasar kripto melakukan aksi lepas aset.



