​Tekanan inflasi di tingkat produsen Amerika Serikat kembali memanas setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) melaporkan indeks Producer Price Index (PPI) periode Agustus naik 5,4% secara tahunan (year-on-year), melampaui konsensus pasar sebesar 5,3%. Pada saat yang sama, Core PPI melonjak ke level 4,6% secara tahunan yang menjadi angka tertinggi sejak Juni 2026, disertai revisi naik pada data inflasi produsen bulan Juli. Kenaikan angka inflasi grosir ini kian dipertegas oleh data ketenagakerjaan AS yang solid lewat klaim pengangguran mingguan sebesar 206.000
​Rilis rentetan data ekonomi yang memanas ini langsung mengerek ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish Federal Reserve, dengan probabilitas kenaikan suku bunga acuan yang kian menguat. Pasar aset berisiko pun seketika tertekan hebat di tengah lonjakan imbal hasil surat utang negara tersebut, hingga membuat harga Bitcoin tertekan ke area $77.000.
Pelaku pasar kini cenderung bersikap defensif sembari mengantisipasi sinyal kebijakan moneter lanjutan dari para pejabat bank sentral dalam merespons tekanan inflasi yang kembali membandel.



