Founder Binance, Changpeng Zhao (CZ), memproyeksikan bahwa mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO bakal beralih dilakukan secara on-chain. Pandangan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun X pribadinya pada Senin (7/9), menyoroti ekspansi infrastruktur sekuritas ter-tokenisasi yang kian gencar dibangun oleh bursa terregulasi dan pelaku industri Web3.
​Meskipun CZ tidak merinci proyeksi timeline maupun nama emiten yang dibidik, data pasar menunjukkan fondasi modal untuk sektor ini mulai terbentuk kuat. Laporan platform analitik RWA.xyz per Rabu (9/9) mencatat nilai pasar saham ter-tokenisasi (tokenized stocks) telah menembus kisaran $2,9 miliar, tumbuh sekitar 14% dalam sebulan terakhir.
​Penerapan IPO menggunakan blockchain juga telah melalui fase eksperimen awal. Pada April 2026, produsen pesawat dan pertahanan asal Prancis, ST Group, resmi menggelar IPO ter-tokenisasi penuh pertama di bursa Lise Paris dengan perolehan dana sebesar €2,07 juta di bawah payung hukum DLT Pilot Regime Uni Eropa. Penerbitan ini memberikan hak kepemilikan saham riil yang diakui regulasi langsung kepada investor, alih-alih instrumen derivatif sintetis yang sekadar melacak pergerakan harga.
​Di Amerika Serikat, adopsi institusional digerakkan oleh Wall Street. Nasdaq dan New York Stock Exchange (NYSE) telah memperoleh persetujuan untuk memfasilitasi perdagangan saham konvensional berdampingan dengan versi token melalui sistem uji coba Depository Trust Company (DTC). Didukung kemitraan Cantor Fitzgerald bersama Securitize dalam membangun jalur penerbitan efek berbasis blockchain, serta rencana peluncuran penuh layanan tokenisasi DTCC pada Oktober 2026 mendatang, transisi pencatatan saham ke infrastruktur on-chain dinilai memiliki pijakan teknis yang semakin matang.



