

.png)
.png)

Iran dilaporkan mengandalkan strategi perang jangka panjang dengan tujuan bertahan lebih lama dibanding Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung. Strategi tersebut berfokus pada mengubah perang menjadi kontestasi ketahanan yang brutal dengan menekan ekonomi dan pasar global.
Menurut analisis laporan dari Reuters, Iran tidak berusaha memenangkan konflik secara militer secara langsung. Sebaliknya, Teheran berupaya memperpanjang perang sambil meningkatkan tekanan terhadap jalur energi global dan pasar keuangan internasional.
Pendekatan ini mencakup penggunaan serangan drone dan rudal serta gangguan terhadap rute energi penting seperti jalur pengiriman minyak di kawasan Teluk. Tujuannya adalah menciptakan guncangan di pasar energi dan ekonomi global yang cukup besar untuk memaksa Washington mengubah posisinya dalam konflik tersebut.
Gangguan terhadap jalur energi global juga berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta meningkatkan volatilitas di pasar keuangan internasional. Konflik tersebut telah mengguncang berbagai sektor bisnis dunia, mulai dari perdagangan hingga rantai pasok global.
Sejak konflik meningkat, ketegangan di Timur Tengah telah memengaruhi jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati jalur ini, sehingga gangguan di kawasan tersebut dapat berdampak langsung pada pasar energi global.