asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.739+0.0289 ( +4.07% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT85,908.1-280.11 ( -0.33% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,718.51+5.59 ( +0.21% )
tether usd icongitcoin iconGTCUSDT0.18742+0.01922 ( +11.43% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT94.896+4.0 ( +4.4% )
tether usd iconondo iconONDOUSDT0.4996+0.004 ( +0.81% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT121.3-0.51 ( -0.42% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.2272+0.0195 ( +1.62% )
tether usd iconworldcoin iconWLDUSDT0.5764-0.0027 ( -0.47% )
Powered by
powered by triv
News

Iran Tegaskan Tak Pernah Ada Gencatan Senjata, Tuding Trump Lakukan Manipulasi Pasar

User
August 13, 2026 | 01:24 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 13, 2026 | 01:24 WIB
Iran Tegaskan Tak Pernah Ada Gencatan Senjata, Tuding Trump Lakukan Manipulasi Pasar

​Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim perpanjangan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan menuding Presiden Donald Trump melakukan manipulasi pasar, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan PBS pada Rabu (12/8). Pejabat senior Iran menyatakan bahwa AS terkesan putus asa ingin menghidupkan kembali perjanjian yang telah mati, sementara bagi Iran tidak ada tanggal mulainya gencatan senjata sehingga tidak ada hal yang perlu diperpanjang.

​Pernyataan keras Iran ini mematahkan laporan media Turki dan Pakistan yang sebelumnya menyebut kedua negara telah sepakat memperpanjang masa penghentian tembak-menembak. Pihak Iran menegaskan bahwa meski proses mediasi masih berjalan, AS dinilai tidak pernah memenuhi komitmen awal yang telah disepakati, sehingga pihak Iran sama sekali tidak tertarik melanjutkan negosiasi perpanjangan tersebut.

​Bersamaan dengan tensi diplomatik yang memanas, Iran secara terbuka menuduh Donald Trump beserta orang dekatnya, Jared Kushner dan Steve Witkoff, melakukan manipulasi pasar finansial demi keuntungan pribadi. Penasihat Senior IRGC Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengklaim pemerintahan AS sengaja mengatur waktu serangan militer setelah pasar tutup dan merilis pernyataan positif sebelum pasar dibuka agar lingkaran dalam mereka dapat melakukan insider trading.

​Naqdi meminta Kongres AS menggelar investigasi menyeluruh guna membandingkan posisi keuangan Trump, keluarga, dan rekan bisnisnya sebelum dan sesudah konflik. Tuduhan ini memperkuat klaim Iran sebelumnya mengenai potensi keuntungan $9 miliar dari manipulasi pasar oleh orang dekat Trump, sekaligus sejalan dengan kecurigaan sejumlah anggota parlemen dan analis AS terkait pola perdagangan saham yang mencurigakan di tengah momentum pengumuman perang.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB