asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT75,928.2-3073.15 ( -3.89% )
BULLAUSDT0.02997-0.00243 ( -7.5% )
ETHUSDT2,225.99-141.03 ( -5.96% )
HYPEUSDT33.04-0.14 ( -0.42% )
PAXGUSDT4,975.06+271.62 ( +5.78% )
SLVONUSDT77.99-2.07 ( -2.58% )
SOLUSDT100.22-4.94 ( -4.7% )
XAUTUSDT4,953.0+275.06 ( +5.88% )
XRPUSDT1.5772-0.0709 ( -4.3% )
Powered by
News

Jatah Ritel Semakin Menipis, 5% Bitcoin Kini Dikuasai Institusi

User
January 28, 2026 | 03:02 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
January 28, 2026 | 03:02 WIB
Jatah Ritel Semakin Menipis, 5% Bitcoin Kini Dikuasai Institusi

​Dominasi institusi terhadap Bitcoin semakin nyata dengan total kepemilikan perusahaan publik mencapai 1,1 juta BTC atau setara 5,25% dari total suplai. Laporan Bitwise Q4 2025 mencatat kenaikan jumlah koin sebesar 7,21% secara kuartalan. Meski nilai valuasinya turun menjadi 94 miliar dolar AS karena harga Bitcoin terkoreksi ke level 87.508 dolar AS, minat korporasi untuk terus menambah aset justru terpantau semakin kuat.

​Tercatat ada 19 perusahaan baru yang mulai mengadopsi Bitcoin kuartal ini, sehingga totalnya kini mencapai 191 entitas publik. MicroStrategy masih menjadi pemain utama di posisi puncak dengan koleksi 672.497 BTC setelah kembali menambah 32.000 koin. Selain itu, pendatang baru seperti Twenty One Capital yang debut dengan simpanan senilai 4 miliar dolar AS serta Metaplanet yang menembus angka 35.000 BTC semakin mempercepat laju adopsi di level perusahaan besar.

​Aksi akumulasi saat harga turun memberikan sinyal bullish bagi masa depan aset kripto. Para pemain besar tampaknya memanfaatkan momentum koreksi harga untuk mempertebal cadangan treasury mereka. Seiring dengan semakin banyaknya pasokan Bitcoin yang berpindah ke tangan institusi, likuiditas di exchange diprediksi akan semakin menipis, yang berpotensi memicu lonjakan harga yang lebih signifikan di masa mendatang.

Copiedbagikan