


Kementerian Keuangan Jepang bersama Departemen Keuangan AS resmi melakukan intervensi pasar gabungan untuk membeli mata uang yen pada Jumat (31/7) waktu AS. Langkah ini diambil guna meredam volatilitas berlebih dan menghentikan penurunan drastis nilai tukar yen dalam beberapa bulan terakhir.
​Aksi intervensi terkoordinasi ini dieksekusi berdasarkan landasan Pernyataan Bersama Menteri Keuangan AS-Jepang yang telah disepakati sejak tahun 2025. Selain intervensi langsung, Jepang berencana memanfaatkan fasilitas Foreign and International Monetary Authorities (FIMA) Repo Facility milik Federal Reserve untuk menjaga likuiditas di masa depan.
​Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam keterangannya pada Senin (3/8) mengonfirmasi dukungan penuh pemerintah AS terhadap aksi moneter tegas tersebut demi mengoreksi nilai yen yang dinilai terdepresiasi terlalu dalam. Bessent menegaskan bahwa AS tidak akan ragu untuk kembali berpartisipasi dalam intervensi bersama jika gejolak pasar berlanjut.
​Langkah bersama ini menjadi sinyal kuat penguatan aliansi ekonomi kedua negara. Intervensi gabungan AS dan Jepang untuk menyokong mata uang yen ini tercatat sebagai aksi koordinasi pasar valuta asing bilateral pertama sejak 2011.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.