Platform prediction market Kalshi berencana meminta persetujuan regulator Amerika Serikat untuk meluncurkan perpetual futures berbasis saham individual seperti Tesla, Apple dan Nvidia. Jika disetujui, produk tersebut akan menjadi perpetual futures saham individual pertama yang diperdagangkan secara teregulasi di AS.
Perpetual futures atau perps memungkinkan investor mengambil posisi long maupun short dengan leverage tanpa tanggal kedaluwarsa. Berbeda dengan perdagangan saham AS biasa, kontrak tersebut juga dirancang dapat diperdagangkan selama 24 jam.
Kalshi dilaporkan menyiapkan sekitar 60 kontrak perpetual yang mencakup saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar minimal $100 miliar serta sejumlah ETF populer. Namun, karena perpetual berbasis saham masuk kategori security futures, peluncurannya membutuhkan persetujuan dari SEC dan CFTC.
Langkah ini melanjutkan ekspansi Kalshi di luar prediction market. Pada Mei lalu, CFTC telah menyetujui perpetual futures Bitcoin milik Kalshi sebagai kontrak futures, sementara platform tersebut kemudian memperluas produknya ke aset lain termasuk emas dan perak.
Meski menawarkan akses perdagangan yang lebih fleksibel, perpetual futures membawa risiko lebih tinggi karena penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian. Rencana Kalshi juga masih menghadapi tantangan regulasi, termasuk sengketa mengenai bagaimana produk perpetual seharusnya diklasifikasikan berdasarkan hukum AS.


.png)
