Kantor Kejaksaan Agung Argentina atau Ministerio Público Fiscal menggelar program pelatihan intensif bagi jaksa, pejabat, dan aparatur peradilan untuk memperkuat kemampuan membaca data on-chain, analisis forensik, hingga penyitaan aset virtual. Program bertajuk analisis finansial dan penyitaan aset digital ini dipimpin oleh pakar antipencucian uang Carmen Chena melalui sesi virtual yang rampung pada Rabu (2/9). Langkah ini ditempuh menyusul kian besarnya peranan transaksi aset kripto dalam berbagai pengusutan tindak pidana finansial di negara tersebut.
​Kurikulum pelatihan tersebut membedah aspek teknis pemeriksaan wallet kripto, pelacakan transaksi lintas blockchain, serta prosedur hukum untuk membekukan dana kripto yang berkaitan dengan tindak kejahatan. Penguasaan data on-chain menjadi kebutuhan mendesak bagi aparat penegak hukum setempat seiring penanganan kasus besar belakangan ini, seperti investigasi token LIBRA yang menuntut penyelidik menganalisis aliran dana lintas bursa global, hingga kasus pembekuan jutaan USDT pada skema Ponzi Rainbowex.
​Program penguatan kapasitas yudisial ini juga berjalan beriringan dengan pesatnya adopsi kripto masyarakat dan pengetatan kepatuhan industri keuangan di Argentina. Laporan riset pasar mencatat sekitar 20% penduduk Argentina kini aktif memanfaatkan kripto, dengan dominasi stablecoin mencapai 94% dari total volume perdagangan lokal. Sejalan dengan pengawasan ketat regulator pasar modal terhadap penyedia layanan aset virtual, aparat penegak hukum kini dipersiapkan secara sistematis agar dapat mengeksekusi penindakan hukum secara presisi di ranah digital.



