asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AKIUSDT0.000371+0.000041 ( +12.42% )
BTCUSDT81,190.3+352.45 ( +0.44% )
ETHUSDT2,335.55+13.4 ( +0.58% )
LAYERUSDT0.1212-0.0133 ( -9.89% )
OSMOUSDT0.1062+0.0723 ( +213.27% )
SOLUSDT95.23+1.71 ( +1.83% )
SUIUSDT1.2719+0.1212 ( +10.53% )
SWEATUSDT0.0019544+0.0000543 ( +2.86% )
XRPUSDT1.4579+0.0348 ( +2.45% )
Powered by
News

Kepolisian Australia Sita 52,3 BTC dari Sindikat Darknet

User
May 11, 2026 | 06:31 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 11, 2026 | 06:31 WIB
Kepolisian Australia Sita 52,3 BTC dari Sindikat Darknet

Kepolisian New South Wales (NSW) resmi menyita 52,3 Bitcoin senilai kurang lebih $4,2 juta dari kediaman operator darknet di Sydney. Penyitaan ini merupakan hasil akhir dari investigasi selama 15 bulan bernama "Strike Force Andalusia". Dua pria ditangkap dengan dakwaan penyediaan obat-obatan terlarang serta memfasilitasi transaksi kripto ilegal yang terhubung ke pasar gelap dark web.

​Investigasi yang dimulai sejak September 2024 ini melibatkan tim siber NSW untuk melacak aktivitas jual beli ilegal melalui analisis forensik blockchain. Polisi berhasil mengumpulkan bukti digital dari penggerebekan sebelumnya, yang kemudian mengarahkan mereka pada wallet berisi puluhan BTC tersebut. Keberhasilan ini tercatat sebagai salah satu penyitaan aset kripto terbesar yang pernah dilakukan oleh penegak hukum Australia terkait aktivitas kriminal di jaringan darknet.

​Kasus ini mencuat di tengah pengetatan regulasi kripto oleh AUSTRAC yang akan memberlakukan aturan anti-pencucian uang (AML) baru pada Juli 2026. Pengetatan tersebut mewajibkan protokol KYC yang lebih ketat bagi penyedia layanan aset virtual. Keberhasilan pelacakan Bitcoin ini diprediksi akan mendorong pelaku kejahatan beralih ke privacy coin, sekaligus menjadi peringatan bagi bursa kripto di Australia untuk mematuhi regulasi yang akan datang.

Copiedbagikan