​Rentetan serangan rudal balistik dan drone kelompok Houthi Yaman ke fasilitas energi Saudi Aramco di barat daya Arab Saudi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia per Rabu (9/9). Minyak mentah acuan Brent terangkat ke level $97 per barel, sementara patokan West Texas Intermediate (WTI) naik ke angka $91 per barel. Eskalasi konflik darat ini menciptakan titik sumbat baru bagi distribusi minyak mentah Timur Tengah, memperparah ancaman rantai pasok energi global yang sebelumnya sudah tertekan oleh blokade di Selat Hormuz.
​Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi serangan udara tersebut memicu kebakaran dan penghentian sementara operasional di sejumlah fasilitas strategis, mencakup instalasi di Abha, Najran, dan kompleks minyak Aramco di Jizan. Serangan balasan dari militer Arab Saudi pun langsung digencarkan ke wilayah Yaman menyusul insiden tersebut. Menurut pernyataan resmi militer Arab Saudi, sedikitnya 73 orang terluka akibat serangan kelompok Houthi, sementara serangan balasan udara di Provinsi Jawf dilaporkan menewaskan tujuh orang di sebuah fasilitas tahanan.
​Gempuran terhadap infrastruktur kilang dan jalur suplai darat ini langsung memukul rute alternatif pipa bypass Arab Saudi yang sebelumnya diandalkan untuk menghindari jalur laut yang rawan. Terbukanya medan pertempuran baru di perbatasan darat yang beriringan dengan krisis maritim membuat ketatnya pasokan fisik minyak mentah diperkirakan terus menahan harga komoditas energi global tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan.



