Wilayah otonom khusus di selatan Bhutan resmi mengantongi izin kerajaan untuk mengelola dan menginvestasikan aset kripto ke dalam cadangan devisa negara. Keputusan bersejarah ini disahkan melalui Dekrit Kerajaan (Royal Decree) yang ditandatangani oleh Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck pada Senin (02/11). Melalui aturan ini, regulator keuangan lokal diubah menjadi bank sentral independen yang berwewenang mengatur kebijakan moneter, mengawasi bank, hingga menerbitkan mata uang sendiri.
​Langkah ini memperkuat strategi kawasan tersebut dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital. Pemerintah kawasan otonom sebelumnya telah menetapkan Bitcoin, Ether, dan BNB sebagai cadangan strategis. Untuk mengisi tabungan kripto tersebut, Bhutan berkomitmen menyiapkan hingga 10.000 BTC hasil mining mandiri memanfaatkan kelebihan energi hidroelektrik ramah lingkungan, serta menggandeng pengelola aset asal Kanada, 3iQ, untuk mengurus perbendaharaan tersebut.
​Pemberian wewenang bank sentral untuk menyimpan cadangan devisa kripto membuat Bhutan menjadi salah satu negara pelopor yang mengintegrasikan blockchain ke sistem keuangan resmi secara langsung dari daya energi alam terbarukan. Saat ini, bank sentral wilayah otonom tersebut tengah membuka lowongan kerja bagi puluhan profesional internasional untuk memperkuat pengawasan risiko aset digital dan operasional makroekonomi kawasan.



