asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT67,696.0-213.23 ( -0.31% )
DEGOUSDT0.763+0.184 ( +31.78% )
ETHUSDT1,996.52+23.93 ( +1.21% )
FHEUSDT0.0216-0.00047 ( -2.13% )
PAXGUSDT5,101.0-69.75 ( -1.35% )
SOLUSDT83.65-0.1 ( -0.12% )
TRXUSDT0.2851-0.0021 ( -0.73% )
XAUTUSDT5,058.8-81.73 ( -1.59% )
XRPUSDT1.3468-0.0217 ( -1.59% )
Powered by
News

Lalu Lintas Selat Hormuz Nyaris Terhenti, Picu Krisis Energi Terburuk Sejak 1970

User
March 9, 2026 | 16:07 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 9, 2026 | 16:07 WIB
Lalu Lintas Selat Hormuz Nyaris Terhenti, Picu Krisis Energi Terburuk Sejak 1970

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti sepenuhnya, memicu kekhawatiran terhadap krisis energi global yang disebut sebagai yang paling parah sejak dekade 1970-an. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi utama dunia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan minyak global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati selat ini setiap hari sehingga gangguan terhadap jalur tersebut dapat langsung memengaruhi pasar energi internasional.

Hampir terhentinya aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut telah menyebabkan gangguan besar pada rantai pasok energi global. Banyak perusahaan pelayaran menunda perjalanan kapal mereka karena meningkatnya risiko keamanan serta ketidakpastian terkait asuransi maritim.

Situasi ini mendorong lonjakan tajam harga energi di pasar internasional. Investor khawatir bahwa terganggunya pasokan minyak dari kawasan Teluk dapat memperburuk tekanan inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Analis energi menilai kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan krisis energi pada 1970-an ketika gangguan pasokan minyak global memicu lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi di berbagai negara. Pasar kini memantau perkembangan geopolitik untuk menilai apakah gangguan distribusi energi ini akan berlangsung dalam jangka panjang.

Copiedbagikan