Integrasi aset digital ke dalam ekosistem ecommerce terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah protokol Commerce Payments buatan Shopify dan Coinbase membukukan nilai transaksi bersih melampaui $42,1 juta (sekitar Rp 660 miliar). Berdasarkan data laporan dari jaringan layer 2 Base pada Kamis (29/10), infrastruktur pembayaran berbasis blockchain ini telah memproses lebih dari 448.000 total transaksi secara onchain.
​Inovasi ini memungkinkan merchant Shopify yang memenuhi syarat untuk menerima pembayaran menggunakan stablecoin USDC tanpa harus memegang atau mengelola saldo kripto secara langsung. Pembeli dapat menyelesaikan transaksi menggunakan wallet digital yang didukung tanpa dibebani biaya gas (gas fee) jaringan, karena seluruh biaya transaksi blockchain ditanggung penuh oleh sistem Coinbase Payments.
​Berbeda dengan transfer kripto konvensional yang bersifat langsung antar-wallet, protokol ini menerapkan mekanisme authorization dan capture layaknya kartu kredit melalui smart contract. Dana pembeli akan ditahan dalam sistem escrow hingga penjual mengonfirmasi pesanan, sehingga merchant tetap dapat mengelola pembatalan, pengembalian dana (refund), maupun penyesuaian stok barang dengan fleksibel.
​Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam mendorong penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran transaksi komersial sehari-hari di luar aktivitas perdagangan kripto. Karena bersifat open-source, protokol pembayaran ini juga dapat diadopsi oleh berbagai platform ecommerce dan penyedia pembayaran lain yang ingin mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem kasir mereka.



