Pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai bergeser ke arah pemrosesan transaksi keuangan secara mandiri. Berdasarkan riset terbaru dari Chainalysis yang dirilis pada Rabu (14/10), program AI agent tercatat telah melakukan lebih dari 138 juta transaksi pembayaran mikro berbasis aset kripto menggunakan protokol x402 di jaringan Base milik Coinbase.
​Transaksi tersebut dilakukan oleh AI agent untuk membeli berbagai kebutuhan operasional digital, seperti data, daya komputasi, hingga akses pemrosesan model AI secara otomatis. Dalam peta lanskap pembayaran ini, Amerika Serikat mendominasi pasar global secara signifikan. Wallet yang teridentifikasi terhubung dengan pengguna AS menyumbang hingga 88,1% dari total pembayaran akses model AI. Angka ini berbanding jauh dengan wilayah Tiongkok yang hanya mencatatkan porsi sebesar 0,1%.
​Riset Chainalysis menjelaskan bahwa developer AI di Tiongkok cenderung lebih banyak memanfaatkan model sumber terbuka (open-weight) seperti DeepSeek dan Qwen, sehingga mengurangi kebutuhan pembelian layanan komputasi berbayar. Sebaliknya, pengguna teridentifikasi di Tiongkok justru mendominasi 90% transaksi pembayaran untuk layanan keamanan serta analisis kode smart contract.
​Protokol pembayaran x402 sendiri memfasilitasi transaksi bernilai sangat kecil (micro-payment). Lebih dari 87% transaksi yang diproses bernilai antara $0,0001 hingga $0,10, nominal yang terlampau kecil untuk diproses secara efisien melalui jaringan kartu kredit tradisional. Perkembangan infrastruktur ini turut didukung oleh raksasa pembayaran global seperti Visa, Mastercard, dan Stripe, yang mengindikasikan potensi pergeseran baru di mana AI agent mulai beroperasi sebagai entitas ekonomi mandiri di atas blockchain.



