Jaringan scaling Layer-2 berbasis Ethereum, Starknet, secara resmi meluncurkan fitur privasi baru bernama Shadow Accounts pada (13/10). Fitur berstandar STRK20 ini dihadirkan untuk memberikan identitas anonim (pseudonymous) yang persisten bagi pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps) tanpa perlu mengekspos alamat wallet utama mereka ke publik.
​Selama ini, alamat wallet publik berfungsi sebagai identitas utama pengguna di atas blockchain, sehingga seluruh riwayat posisi, strategi, dan transaksi dapat dilacak secara terbuka. Lewat fitur Shadow Accounts, pengguna dapat mengaktifkan opsi sakelar publik-ke-privat saat terhubung ke aplikasi DeFi. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan aktivitas seperti penyediaan likuiditas, pinjam-meminjam (lending/borrowing), staking, hingga perdagangan derivatives dan prediction markets secara rahasia, sebelum akhirnya mencairkan kembali dana tersebut ke wallet utama.
​Dari sisi developer, integrasi fitur privasi ini dapat dilakukan langsung melalui Starknet Wallet API v0.10.4 tanpa perlu membangun ulang arsitektur aplikasi mereka. Peluncuran fitur ini menjadi bagian dari fokus pengembangan ekosistem Starknet, yang sebelumnya juga mengumumkan peta jalan (roadmap) ketahanan kriptografi pasca-kuantum (post-quantum) guna memperkuat keamanan jaringan jangka panjang



