asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALUSDT0.003106-0.0007 ( -19.35% )
BTCUSDT76,700.0+875.77 ( +1.16% )
EDENUSDT0.0922-0.0051 ( -5.24% )
ETHUSDT2,100.87+27.86 ( +1.34% )
HYPEUSDT63.88+5.51 ( +9.44% )
MAPOUSDT0.00153-0.000191 ( -11.1% )
SAROSUSDT0.0006167+0.000051 ( +9.02% )
SOLUSDT85.44+0.72 ( +0.85% )
SUIUSDT1.0409-0.0094 ( -0.9% )
Powered by
News - Technology

Glassnode Ingatkan Hampir $500 Miliar Bitcoin Berpotensi Kena Serangan Komputasi Kuantum

User
May 24, 2026 | 15:08 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 24, 2026 | 15:08 WIB
Glassnode Ingatkan Hampir $500 Miliar Bitcoin Berpotensi Kena Serangan Komputasi Kuantum

Laporan terbaru dari platform analitik blockchain Glassnode mengungkap sekitar 6,04 juta BTC atau senilai kurang lebih $469 miliar saat ini berpotensi menghadapi risiko serangan di masa depan akibat perkembangan teknologi quantum computing.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30,2% dari total suplai Bitcoin yang telah beredar di pasar.

Glassnode menjelaskan risiko tersebut muncul karena public key dari jutaan Bitcoin itu sudah terekspos secara on-chain. Dalam teori keamanan kriptografi, komputer kuantum di masa depan berpotensi memiliki kemampuan memecahkan sistem enkripsi yang saat ini digunakan jaringan Bitcoin.

Dari total 6,04 juta BTC yang terpapar, sekitar 1,92 juta BTC masuk kategori structural exposure, sementara 4,12 juta BTC lainnya tergolong operational exposure. Glassnode menyebut mayoritas operational exposure terjadi akibat praktik reuse address atau penggunaan ulang alamat wallet oleh pengguna.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa bursa kripto menyimpan sekitar 1,66 juta BTC yang masuk kategori berisiko, setara 8,3% dari total suplai Bitcoin dan hampir 40% dari seluruh BTC yang dianggap operationally unsafe.

Meski ancaman komputer kuantum masih dianggap bersifat teoritis dan belum menjadi ancaman langsung saat ini, komunitas kripto mulai semakin serius membahas kesiapan jaringan blockchain menghadapi perkembangan teknologi tersebut dalam jangka panjang.

Sejumlah pengembang Bitcoin dan peneliti keamanan siber bahkan telah mulai mengeksplorasi implementasi quantum resistant cryptography untuk melindungi aset digital dari potensi ancaman generasi berikutnya.

Copiedbagikan