


​Amerika Serikat mengindikasikan potensi tercapainya kesepakatan diplomatis dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz secara penuh. Dalam wawancaranya bersama CNBC pada 4 Agustus 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa negosiasi antara kedua negara tengah berlangsung pasca-gertakan Presiden Donald Trump mengenai rencana operasi militer berskala besar. Trump memberikan tenggat waktu ketat hingga akhir hari bagi Iran untuk memfinalisasi skema navigasi di Selat Hormuz tersebut melalui mediasi Oman, atau bersiap menghadapi risiko serangan udara.
​Di tengah tekanan AS, pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa draf kesepakatan awal versi Oman sejauh ini memberikan otoritas kedaulatan penuh kepada Iran atas seluruh lalu lintas maritim yang masuk. Dalam skema tersebut, Oman bertugas memverifikasi kapal yang keluar setelah berkoordinasi dengan pihak Iran, guna memastikan Iran tetap memiliki visibilitas penuh serta opsi intervensi di kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa diplomasi Oman-Iran ini difokuskan sebagai solusi jangka pendek untuk menjamin keamanan navigasi, sebelum melangkah ke negosiasi utama mengenai denuklirisasi Iran secara menyeluruh.
​Perkembangan diplomasi ini kian menguat seiring langkah kompromi yang mulai dipertimbangkan pihak Iran. Berdasarkan laporan Bloomberg, Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan izin bagi negara-negara Eropa untuk membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Langkah penyesuaian ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari kesepakatan guna menormalisasi lalu lintas pelayaran di koridor maritim tersebut, sekaligus melapangkan jalan bagi perundingan perdamaian yang lebih luas dengan Amerika Serikat.
​Sinyal kemajuan diplomasi geopolitik ini langsung merespons sentimen pasar energi global secara signifikan. Harga minyak mentah dunia tercatat merosot tajam, di mana harga minyak WTI anjlok ke level $76 per barel dan Brent merosot hingga $79 per barel. Pelaku pasar keuangan dan komoditas kini terus memantau kepastian kesepakatan final dari Washington dan Iran, mengingat status Selat Hormuz sebagai urat nadi distribusi energi global.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.