asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconava iconAVAUSDT0.2534+0.0097 ( +3.98% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,323.6+1692.03 ( +2.21% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,507.71+61.88 ( +2.53% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT88.552+8.12 ( +10.1% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.4382-0.055 ( -11.15% )
tether usd iconnear iconNEARUSDT3.452+0.683 ( +24.67% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT106.11+5.69 ( +5.67% )
tether usd iconsynapse iconSYNUSDT0.18136+0.00204 ( +1.14% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3377+0.0326 ( +2.5% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Fasilitasi Pembayaran Transit Selat Hormuz, AS Sanksi Bursa Kripto Iran

User
September 18, 2026 | 04:37 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 18, 2026 | 04:37 WIB
Fasilitasi Pembayaran Transit Selat Hormuz, AS Sanksi Bursa Kripto Iran

​Departemen Keuangan Amerika Serikat resmi menjatuhkan sanksi terhadap bursa kripto asal Iran, BitBank, Kamis (17/9). Langkah penindakan tersebut diambil setelah platform yang dikendalikan oleh Babak Zanjani tersebut kedapatan memfasilitasi pengalihan ratusan juta dolar AS dalam bentuk Bitcoin ke Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

​Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) menegaskan bahwa BitBank memegang peranan krusial dalam skema penghindaran sanksi berbasis aset kripto Iran. Sejak Juni lalu, otoritas layanan maritim Hormuz Safe Marine Services Authority menggunakan bursa ini untuk memproses pembayaran transit kapal di Selat Hormuz, yang kemudian dialirkan langsung kepada Korps Garda Revolusi Iran.

​Penetapan sanksi ini merupakan bagian dari kelanjutan operasi terkoordinasi bertajuk Operasi Economic Outcast yang bertujuan memutus akses keuangan, logistik, dan perdagangan minyak Iran. Selain BitBank, sanksi serupa juga menargetkan developer perangkat lunaknya, Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company, serta tiga rekan dekat Zanjani yakni Hossein Ali Zaker Hossein, Mohammad Mahdi Zaker Hossein, dan Seyed Adel Heidari.

​Zanjani sendiri sebelumnya pernah dijatuhi hukuman mati atas kasus penggelapan dana pada 2016 sebelum hukumannya diringankan pada 2024, hingga akhirnya kembali muncul mendanai berbagai proyek strategis pemerintah Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa seluruh properti maupun kepentingan entitas terkait yang berada di yurisdiksi AS kini dibekukan, seraya memperingatkan bahwa pemanfaatan kripto untuk mendanai rezim Iran tetap berada dalam jangkauan penegakan hukum OFAC. 

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan