​Departemen Keuangan Amerika Serikat resmi menjatuhkan sanksi terhadap bursa kripto asal Iran, BitBank, Kamis (17/9). Langkah penindakan tersebut diambil setelah platform yang dikendalikan oleh Babak Zanjani tersebut kedapatan memfasilitasi pengalihan ratusan juta dolar AS dalam bentuk Bitcoin ke Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
​Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) menegaskan bahwa BitBank memegang peranan krusial dalam skema penghindaran sanksi berbasis aset kripto Iran. Sejak Juni lalu, otoritas layanan maritim Hormuz Safe Marine Services Authority menggunakan bursa ini untuk memproses pembayaran transit kapal di Selat Hormuz, yang kemudian dialirkan langsung kepada Korps Garda Revolusi Iran.
​Penetapan sanksi ini merupakan bagian dari kelanjutan operasi terkoordinasi bertajuk Operasi Economic Outcast yang bertujuan memutus akses keuangan, logistik, dan perdagangan minyak Iran. Selain BitBank, sanksi serupa juga menargetkan developer perangkat lunaknya, Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company, serta tiga rekan dekat Zanjani yakni Hossein Ali Zaker Hossein, Mohammad Mahdi Zaker Hossein, dan Seyed Adel Heidari.
​Zanjani sendiri sebelumnya pernah dijatuhi hukuman mati atas kasus penggelapan dana pada 2016 sebelum hukumannya diringankan pada 2024, hingga akhirnya kembali muncul mendanai berbagai proyek strategis pemerintah Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa seluruh properti maupun kepentingan entitas terkait yang berada di yurisdiksi AS kini dibekukan, seraya memperingatkan bahwa pemanfaatan kripto untuk mendanai rezim Iran tetap berada dalam jangkauan penegakan hukum OFAC.



