Bitcoin (BTC) kembali rebound hingga menyentuh area $78.000 pada Jumat (18/9), melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar $76.000. Kenaikan terjadi seiring membaiknya sentimen aset berisiko setelah pasar mencerna keputusan suku bunga The Fed dan Bank of Japan (BOJ).
Salah satu pendorongnya datang dari meredanya tekanan pasar setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada 16 September. Kenaikan tersebut sebelumnya sudah banyak diperhitungkan pasar, sehingga setelah keputusan keluar, tekanan jual mulai berkurang. Yield Treasury AS juga turun dari level tertingginya, sementara pasar saham AS kembali menguat.
Sentimen semakin membaik setelah BOJ menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25%. Meski suku bunga Jepang mencapai level tertinggi dalam sekitar 31 tahun, yen justru melemah karena pasar menilai keputusan BOJ tidak seagresif yang dikhawatirkan. Kondisi ini membantu meningkatkan kembali minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Arus dana institusional juga mulai membaik. ETF Bitcoin spot AS mencatat net inflow sekitar $159,5 juta pada 17 September setelah mengalami outflow selama dua hari sebelumnya. BlackRock IBIT menjadi penyumbang terbesar dengan inflow sekitar $183,7 juta.
Selain faktor makro, berkurangnya leverage turut membantu rebound BTC. Open interest dan funding rate melemah setelah penurunan sebelumnya, sehingga risiko likuidasi berantai berkurang. Area $77.500-$78.000 juga menjadi zona likuidasi posisi short, sehingga kenaikan menuju level tersebut berpotensi memicu short covering dan menambah tekanan beli.


.png)
