asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3909+0.0563 ( +16.83% )
BTCUSDT62,928.0+1414.2 ( +2.3% )
EDENUSDT0.0469+0.0004 ( +0.86% )
EPICUSDT0.567-0.058 ( -9.28% )
ETHUSDT1,666.11+80.14 ( +5.05% )
HEIUSDT0.0924-0.0104 ( -10.12% )
HOMEUSDT0.03248-0.02163 ( -39.97% )
HYPEUSDT60.529+2.52 ( +4.35% )
SOLUSDT65.75+2.44 ( +3.85% )
Powered by
News

50% Bitcoin yang Dihold oleh Investor Kini Floating Loss, Sinyal Menuju Bottom?

User
June 5, 2026 | 06:39 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 5, 2026 | 06:39 WIB
50% Bitcoin yang Dihold oleh Investor Kini Floating Loss, Sinyal Menuju Bottom?

​Lebih dari separuh suplai Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam kondisi floating loss. Berdasarkan data terbaru, 50,1% Bitcoin yang dihold investor berstatus merugi, sedikit lebih tinggi dari 49,1% suplai yang masih mencetak profit. Pergeseran ini terjadi setelah Bitcoin anjlok ke level $64.000 pada 4 Juni, turun tajam dari rekor tertingginya di atas $126.000 pada Oktober 2025 lalu.

​Kondisi ini terlihat jelas pada metrik Total Supply in Loss rilisan CoinDesk. Secara historis, persilangan data ini selalu bertepatan dengan momen bottom pada siklus bear market utama seperti tahun 2011, 2015, 2018, dan 2022. Lonjakan suplai floating loss hingga melampaui 10 juta BTC sering kali menjadi indikator seller exhaustion sebelum tren harga akhirnya berbalik naik.

​Meski begitu, sentimen pasar saat ini masih cukup tertekan dengan adanya angka likuidasi harian yang mencapai $1 miliar serta arus keluar ETF sebesar $4,3 miliar. Di tengah situasi ini, analis Dylan LeClair melontarkan pernyataan satire, "Bitcoin sudah mati. Hidup Bitcoin." Walau rekam jejak masa lalu memberikan sinyal reversal yang kuat, kubu skeptis mengingatkan bahwa metrik ini lebih menunjukkan terbentuknya zona bottom secara umum, bukan patokan titik harga terendah yang mutlak.

Copiedbagikan