


Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga kembali melampaui $100 per barel pada Kamis (23/7), di mana minyak Brent melesat 6,4% ke $100,05 per barel dan mencatatkan level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan harga energi global ini dipicu oleh sikap tegas Donald Trump yang mengancam akan melancarkan operasi militer skala besar terhadap Iran. Trump menegaskan AS menganggap Iran bertanggung jawab penuh atas gangguan kapal komersial dan kapal tanker.
Penyebab utama lainnya yang makin memperkeruh situasi adalah langkah kelompok Houthi yang mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Serangan yang menyasar kapal-kapal di Selat Bab el-Mandeb ini memperjelas tingginya risiko keamanan logistik di kawasan tersebut. Kombinasi ancaman operasi militer AS dan aksi penyerangan di lokasi tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya krisis pasokan minyak mentah dunia.
Eskalasi konflik ini memaksa sejumlah perusahaan mengalihkan rute kapal tanker mereka mengelilingi Benua Afrika, yang memperpanjang durasi pengiriman dari 20 hari menjadi lebih dari 50 hari. Pengalihan rute serta potensi terganggunya pengiriman dari Timur Tengah ini diprediksi akan terus memperketat ketersediaan minyak di pasar global, membuka peluang harga minyak mentah Brent terdorong lebih jauh hingga menembus $120 per barel jika eskalasi konflik terus berlanjut.