


Harga Bitcoin turun tajam hingga mendekati level US$60.000 di tengah kombinasi tekanan dari arus keluar dana ETF dan sentimen negatif yang muncul setelah perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, mengungkapkan penjualan sebagian kecil kepemilikan Bitcoin mereka.
Meski ETF Bitcoin spot Amerika Serikat akhirnya mencatat arus masuk (inflow) sebesar US$3,05 juta pada Kamis setelah 13 hari berturut-turut mengalami arus keluar (outflow), angka tersebut dinilai terlalu kecil untuk mengubah sentimen pasar yang masih negatif.
Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin spot AS telah kehilangan lebih dari US$4,4 miliar akibat penarikan dana investor. Akibatnya, total aset ETF Bitcoin turun dari US$104,29 miliar menjadi US$80,40 miliar.
Selain tekanan dari ETF, pasar juga sempat diguncang oleh kabar bahwa Strategy menjual 32 Bitcoin senilai sekitar US$2,5 juta dalam periode 26–31 Mei.
Namun, banyak pelaku pasar menilai reaksi tersebut berlebihan mengingat jumlah yang dijual sangat kecil dibandingkan total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut.
Per 31 Mei, Strategy masih memegang Bitcoin senilai sekitar US$63,87 miliar, menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Penjualan 32 BTC hanya mewakili sebagian sangat kecil dari total kepemilikan perusahaan dan tidak mengubah strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini dijalankan oleh perusahaan.
Meski demikian, nama Michael Saylor yang selama ini identik dengan akumulasi Bitcoin membuat kabar penjualan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama saat sentimen pasar memang sedang lemah akibat gelombang outflow ETF.
Data menunjukkan hanya ETF Bitcoin milik BlackRock, IBIT, yang mencatat arus masuk sebesar US$47,66 juta. Sementara ETF lain seperti Fidelity FBTC, Bitwise BITB, dan ARKB milik Ark Invest masih mengalami arus keluar dana.
Arus masuk sebesar US$3,05 juta juga jauh lebih kecil dibandingkan nilai outflow harian yang selama periode sebelumnya mayoritas melebihi US$100 juta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung berhati-hati terhadap aset kripto di tengah ketidakpastian pasar.
Berdasarkan data CheckonChain, total kepemilikan Bitcoin yang dikelola ETF spot saat ini berada di angka 1,277 juta BTC, sekitar 7,2% di bawah rekor tertinggi yang tercatat pada Oktober lalu.
Jumlah tersebut juga hanya sedikit di atas level terendah pada 23 Februari yang berada di angka 1,274 juta BTC, saat Bitcoin berada di sekitar level US$60.000.
Di sisi lain, ETF Ethereum spot AS juga berhasil mengakhiri tren outflow selama 17 hari berturut-turut dengan mencatat arus masuk sebesar US$19,3 juta.
Seluruh arus masuk tersebut berasal dari ETF ETHA milik BlackRock, sementara ETF Ethereum lainnya mencatat arus dana bersih nol.
Kombinasi arus keluar ETF dalam beberapa pekan terakhir serta sentimen pasar yang bereaksi berlebihan terhadap penjualan 32 BTC oleh Strategy menjadi faktor utama yang menekan harga Bitcoin hingga kembali mendekati level psikologis US$60.000.