Imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat tenor 10 tahun resmi menembus 5% untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023 pada Senin (14/9). Data The Wall Street Journal (WSJ) mencatat yield menyentuh level 5,012%, rekor intraday tertinggi sejak 2007. Lonjakan ini dipicu aksi jual obligasi akibat kekhawatiran inflasi, menyusul kenaikan harga minyak Brent yang mendekati $110 per barel akibat konflik Timur Tengah masih terus berlanjut.
​Kenaikan imbal hasil tersebut langsung mengerek suku bunga kredit pemilikan rumah (mortgage rate) AS kembali ke atas 7%. Di bursa saham, indeks Nasdaq melemah sekitar 1% pada pembukaan perdagangan akibat kombinasi sentimen suku bunga tinggi dan kekhawatiran regulasi keamanan kecerdasan buatan (AI safety), sembari investor menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu mendatang.
​Di tengah lonjakan yield yang menekan instrumen berisiko, pasar kripto justru mencatat anomali. Setelah sempat merosot ke level $76.300 pada Senin (14/9) pukul 07.00 WIB, Bitcoin berhasil memantul naik kembali ke kisaran $78.900, didorong peran aset digital tersebut sebagai instrumen lindung nilai di tengah eskalasi risiko energi global.



