


Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, menilai siklus bull market kripto berikutnya tidak lagi didorong oleh sekadar spekulasi retail, melainkan oleh integrasi mendalam antara sistem keuangan tradisional (TradFi) dan teknologi blockchain. Konvergensi ini mencakup adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA), pemanfaatan stablecoin skala besar, perdagangan 24/7, hingga penyelesaian transaksi instan yang diproyeksikan bakal merombak struktur industri keuangan global.
​Dalam analisis mingguan yang dibagikan via akun X resminya pada Kamis (23/7), Hougan menunjuk Hyperliquid (HYPE) dan Robinhood (HOOD) sebagai dua entitas utama yang memimpin tren integrasi tersebut dari sudut berbeda. Hyperliquid sukses mengekspansi pasarnya dari sekadar perdagangan derivatif kripto ke komoditas seperti minyak, perak, hingga indeks S&P 500. Sebaliknya, pialang tradisional Robinhood melangkah agresif melalui peluncuran jaringan Layer-2 khusus untuk memfasilitasi perdagangan saham ter-tokenisasi secara global.
​Hougan memprediksi dua kategori investasi yang akan menjadi pemenang utama di era baru ini. Pertama adalah aplikasi native kripto yang memiliki pendapatan riil serta tokenomics kuat, meniru langkah Hyperliquid yang mengalokasikan 99% pendapatannya untuk buyback dan burn token HYPE. Protokol raksasa lain seperti Uniswap, Aave, dan Morpho dinilai berada di jalur yang sama dalam menghubungkan nilai token dengan pertumbuhan penggunaan platform.
​Kategori kedua mencakup perusahaan keuangan besar yang membangun infrastruktur blockchain secara langsung di skala produksi, bukan sekadar proof of concept. Nama-nama besar seperti Coinbase, BlackRock, Visa, Stripe, hingga JPMorgan disebut memiliki posisi strategis untuk merebut pangsa pasar saat batas antara keuangan konvensional dan ekosistem on-chain benar-benar melebur.