Manajer aset terbesar di dunia, BlackRock, menegaskan bahwa daya tarik investasi jangka panjang Bitcoin tetap solid meski harga pasarnya masih terkoreksi sekitar 50 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH). Kepala Aset Digital BlackRock Robert Mitchnick menyatakan bahwa aksi jual masif yang terjadi belakangan ini lebih didorong oleh proses deleveraging di pasar aset digital serta pergeseran arus modal, bukan karena kerusakan struktural pada fundamental jaringan.
​Dalam laporan terbarunya yang dikutip pada Selasa (18/8), Mitchnick menggarisbawahi bahwa tesis investasi inti Bitcoin sebagai alternatif moneter global dan instrumen diversifikasi portofolio independen sama sekali belum berubah. Kendati sempat terkoreksi tajam dari rekor tertingginya pada Oktober tahun lalu hingga pertengahan tahun ini, Bitcoin dinilai tetap mempertahankan korelasi yang rendah terhadap aset berisiko tradisional dalam horizon jangka panjang.
​BlackRock memandang kecenderungan pergerakan Bitcoin yang bergerak searah dengan aset berisiko dalam jangka pendek hanyalah fenomena sementara akibat penyesuaian posisi leverage pasar. Atas dasar tersebut, manajer aset asal New York ini tetap mempertahankan pandangan bullish, seraya menempatkan Bitcoin sebagai lindung nilai (hedge) potensial terhadap penurunan daya beli mata uang fiat serta alat diversifikasi strategis bagi para investor institusi berjangka panjang.



