Platform manajemen aset kripto Onramp Bitcoin membeberkan rekam jejak daya beli dolar Amerika Serikat (AS) melalui unggahan di akun X resminya pada Jumat (25/9/2026). Dalam analisisnya, penghapusan standar emas terbukti menjadi titik balik kehancuran daya beli mata uang fiat. Tanpa adanya jangkar komoditas fisik, pemerintah dan bank sentral bebas mencetak uang, yang pada akhirnya memicu inflasi tajam dan mengikis daya beli dolar AS hingga 97% sejak era 1940-an.
​Tingginya angka inflasi ini membuat aktivitas menabung dalam bentuk mata uang fiat menjadi tidak masuk akal lagi bagi masyarakat, sebab nilai simpanan mereka terus berkurang seiring berjalannya waktu. Fenomena tergerusnya nilai fiat secara berkesinambungan ini membuka jalan bagi Bitcoin untuk membuktikan perannya sebagai aset lindung nilai (hedging) modern. Mengusung konsep kelangkaan terprogram dengan pasokan maksimal 21 juta unit, Bitcoin menawarkan kepastian moneter yang tidak dapat dimanipulasi oleh intervensi politik maupun pencetakan uang masif.
​Kehadiran Bitcoin pun menjadikan aktivitas menabung masuk akal kembali. Berbeda dengan fiat yang nilainya rentan tergerus inflasi tahunan, sifat desentralisasi dan kelangkaan matematis Bitcoin mampu menjaga daya beli pemiliknya dalam jangka panjang. Karakteristik inilah yang memposisikan Bitcoin sebagai "emas digital" yang efektif mengembalikan fungsi dasar menabung, yaitu mengamankan hasil kerja keras dari gerusan inflasi berkelanjutan.



