CEO BlackRock Larry Fink menilai investor yang terlalu sering mencoba menebak waktu terbaik untuk masuk dan keluar pasar berisiko melewatkan kenaikan terbesar, sehingga mengurangi imbal hasil investasi jangka panjang.
Fink mengatakan investasi yang mengikuti indeks S&P 500 dan dipertahankan selama 25 tahun terakhir menghasilkan imbal hasil majemuk sekitar 11%. Menurutnya, angka itu turun menjadi sekitar 6% apabila investor melewatkan 10 hari terbaik pasar dalam periode tersebut.
Ia menambahkan, investor yang melewatkan 40 hari terbaik dari sekitar 6.300 hari perdagangan selama 25 tahun akan mencatat imbal hasil negatif. Perhitungan ini menggambarkan dampak dari tidak berada di pasar saat terjadi kenaikan terbesar.
Melalui contoh tersebut, Fink menilai pergerakan harian pasar tidak perlu terlalu mendominasi perhatian investor yang memiliki tujuan jangka panjang. Meski demikian, angka yang ia sampaikan didasarkan pada kinerja historis dan tidak menjamin hasil serupa pada masa mendatang.


.png)
